Beranda › Blog › Cara Upsell WhatsApp: Tawarkan Produk Tambahan Tanpa Terkesan Memaksa
Cara Upsell WhatsApp: Tawarkan Produk Tambahan Tanpa Terkesan Memaksa
Pemilik toko bisa memakai cara upsell WhatsApp untuk menawarkan produk tambahan kepada pelanggan yang sudah hampir membeli. Dengan cara upsell WhatsApp yang tepat, penawaran tambahan terasa seperti bantuan, bukan desakan, karena produk yang ditawarkan benar-benar melengkapi kebutuhan pelanggan.
WA Closer membantu toko menggali kebutuhan terlebih dahulu, membahas harga di akhir dengan justifikasi dari angka pelanggan, dan menindaklanjuti percakapan secara otomatis. Alur ini penting untuk upsell, karena penawaran tambahan yang disampaikan sebelum kebutuhan tergali akan terasa seperti jualan yang memaksa.
Sebaliknya, penawaran yang disampaikan setelah kebutuhan dipahami akan terasa seperti rekomendasi dari penjual yang peduli.
Apa itu cara upsell WhatsApp yang tidak memaksa?
Cara upsell WhatsApp yang tidak memaksa adalah cara menawarkan produk tambahan dengan satu prinsip, yaitu produk tambahan harus membuat produk utama menjadi lebih berguna bagi pelanggan. Bila produk tambahan tidak membuat produk utama lebih berguna, penawaran itu sebaiknya tidak disampaikan.
Prinsip ini membedakan upsell yang membantu dari upsell yang sekadar menambah belanja. Misalnya, pelanggan yang membeli produk perawatan akan terbantu bila ditawari produk pelengkap yang dipakai bersama produk tersebut.
Sebaliknya, pelanggan yang membeli satu produk untuk kebutuhan tertentu tidak akan terbantu bila ditawari produk yang tidak ada hubungannya dengan kebutuhan itu, meskipun produk tambahannya sedang promosi.
Upsell yang tidak memaksa juga menghormati jawaban pelanggan. Bila pelanggan menolak penawaran tambahan, percakapan sebaiknya kembali fokus pada produk utama tanpa bujukan berulang.
Bujukan berulang membuat pelanggan merasa ditekan dan bisa membatalkan pembelian utama yang tadinya sudah hampir selesai. Karena itu, penawaran tambahan sebaiknya disampaikan sekali dengan jelas, lalu pelanggan diberi ruang untuk memutuskan.
Sikap ini justru membangun kepercayaan, karena pelanggan merasa penjual menghargai keputusannya. Dalam jangka panjang, kepercayaan seperti ini membuat pelanggan lebih mudah kembali, dibandingkan toko yang berhasil menambah satu order tetapi kehilangan pelanggan.
Kapan waktu yang tepat untuk penawaran tambahan?
Waktu yang tepat untuk penawaran tambahan adalah setelah pelanggan yakin dengan produk utama dan sebelum pembayaran diselesaikan. Pada momen ini, pelanggan sudah memahami produk utama, sudah menyampaikan kebutuhannya, dan sedang berada dalam suasana memutuskan.
Penawaran tambahan yang relevan pada momen ini terasa wajar, karena pelanggan masih bisa mempertimbangkan total belanja secara utuh. Sebaliknya, penawaran tambahan pada sapaan pertama akan terasa mengganggu, karena pelanggan belum sempat menyampaikan kebutuhan dan belum yakin dengan produk utama.
Penawaran yang terlalu dini juga membuat percakapan terasa seperti katalog, bukan percakapan yang menggali kebutuhan.
Waktu yang kurang tepat lainnya adalah setelah pelanggan menyampaikan keluhan atau keraguan. Bila pelanggan sedang mengeluh tentang produk, pengiriman, atau pembayaran, penawaran tambahan akan terasa tidak peka.
Pada situasi seperti ini, fokus percakapan sebaiknya kembali pada penyelesaian masalah, bukan pada penambahan belanja. Waktu yang baik juga perlu memperhatikan kesiapan pelanggan secara emosional.
Pelanggan yang sudah bertanya tentang cara pakai, varian, dan ongkir biasanya lebih siap menerima penawaran tambahan daripada pelanggan yang baru bertanya satu hal singkat. Membaca kesiapan ini membutuhkan penggalian kebutuhan yang sabar, bukan sekadar mengejar tambah order.
Bagaimana memilih produk pelengkap yang relevan?
Produk pelengkap yang relevan dipilih dari kebutuhan pelanggan, bukan dari stok yang ingin dihabiskan. Langkah pertama adalah mendengarkan apa yang disampaikan pelanggan tentang tujuan pemakaian produk utama.
Langkah kedua adalah mencari produk yang dipakai bersama produk utama, membantu pemakaian produk utama, atau menyelesaikan masalah lanjutan yang mungkin muncul setelah produk utama dipakai.
Langkah ketiga adalah memastikan produk pelengkap itu masuk akal dari sisi total belanja, sehingga pelanggan tidak merasa totalnya melonjak tanpa alasan. Bila ketiga langkah ini terpenuhi, penawaran tambahan akan terasa logis dan mudah diterima.
Tabel berikut memberi contoh cara memasangkan produk utama dengan produk pelengkap yang masuk akal.
| Produk utama | Produk pelengkap | Alasan penawaran masuk akal |
|---|---|---|
| Produk perawatan harian | Produk pendamping pemakaian harian | Dipakai bersama dalam rutinitas yang sama |
| Produk untuk kegiatan luar | Produk penyimpan atau pelindung | Membantu produk utama lebih awet dan praktis |
| Produk isi ulang | Produk cadangan untuk pemakaian berikutnya | Menghindari kehabisan di tengah pemakaian |
Contoh konkretnya adalah pelanggan yang membeli produk utama untuk pemakaian harian dan menanyakan cara pakai yang benar. Penawaran produk pendamping yang dipakai dalam rutinitas yang sama akan terasa membantu, karena pelanggan memang sedang memikirkan rutinitas itu.
Sebaliknya, penawaran produk yang tidak ada hubungannya dengan rutinitas tersebut akan terasa acak, meskipun produknya bagus. Karena itu, toko sebaiknya menyiapkan pasangan produk utama dan produk pelengkap sejak awal, lalu melatih bot dan staf untuk menawarkan pasangan itu hanya ketika kebutuhan pelanggan memang cocok.
Bagaimana membedakan upsell dan cross sell dalam chat?
Upsell dan cross sell sering dicampur, padahal keduanya berbeda. Upsell adalah penawaran versi yang lebih lengkap atau jumlah yang lebih besar dari produk yang sama atau sejenis, misalnya pelanggan yang hendak membeli satu kemasan ditawari kemasan yang lebih besar karena pemakaiannya rutin.
Cross sell adalah penawaran produk yang berbeda tetapi melengkapi produk utama, misalnya pelanggan yang membeli produk utama ditawari produk pelengkap yang dipakai bersama produk itu. Perbedaan ini penting, karena kalimat dan waktu penawarannya berbeda.
Upsell berbicara tentang kebutuhan yang lebih besar atas produk yang sama, sedangkan cross sell berbicara tentang kebutuhan tambahan yang muncul dari pemakaian produk utama.
Dalam chat WhatsApp, pemilik toko tidak perlu menjelaskan istilah ini kepada pelanggan, tetapi perlu memahaminya agar penawaran tidak salah sasaran. Bila pelanggan sudah yakin dengan produk utama tetapi ragu tentang jumlah, upsell berupa jumlah yang lebih besar bisa relevan.
Bila pelanggan sudah yakin dengan produk utama dan sedang memikirkan cara pakai, cross sell berupa produk pelengkap bisa relevan. Bila pelanggan masih ragu dengan produk utama itu sendiri, baik upsell maupun cross sell sebaiknya ditunda sampai keraguan itu selesai dijawab.
Memahami perbedaan ini membuat penawaran tambahan terasa tepat, bukan sekadar tambahan yang dilempar ke semua pelanggan dengan kalimat yang sama.
Untuk memahami cara asisten ini menggali kebutuhan sebelum menawarkan, pemilik toko bisa membaca apa itu WA Closer dan perbandingannya di WA Closer vs chatbot biasa.
Bagaimana kalimat penawaran tambahan yang terasa membantu?
Kalimat penawaran tambahan yang terasa membantu selalu diawali dari kebutuhan pelanggan, bukan dari produk yang ingin dijual. Kalimat yang baik menyebutkan kebutuhan itu, lalu menghubungkannya dengan produk pelengkap, lalu memberi pelanggan pilihan yang jelas.
Misalnya, setelah pelanggan menyampaikan bahwa produk utama akan dipakai setiap hari, penjual bisa menyampaikan bahwa banyak pelanggan memakai produk pelengkap tertentu bersama produk utama agar rutinitasnya lebih praktis, lalu menanyakan apakah pelanggan ingin menambahkannya atau tetap dengan produk utama saja.
Kalimat seperti ini memberi alasan, memberi pilihan, dan tidak menekan. Pelanggan yang menolak pun tetap merasa dihargai, karena penolakannya diterima tanpa bujukan lanjutan.
Ilustrasi: Pelanggan: Saya ambil yang utama saja dulu. Penjual: Baik, kak.
Karena kakak pakai setiap hari, ada produk pelengkap yang biasa dipakai bersama produk ini supaya lebih praktis. Mau saya tambahkan, atau tetap yang utama saja?
Pelanggan: Tetap yang utama saja. Penjual: Siap, saya lanjutkan pesanan yang utama.
Pada ilustrasi ini, penawaran disampaikan sekali, penolakan diterima dengan tenang, dan pesanan utama tetap berjalan. Kalimat yang sebaiknya dihindari adalah kalimat yang membuat pelanggan merasa bersalah bila menolak, kalimat yang mengulang penawaran berkali-kali, dan kalimat yang menyembunyikan total belanja baru.
Keterbukaan tentang total belanja justru membuat pelanggan lebih percaya, karena tidak ada kejutan pada tahap pembayaran.
Bagaimana mengukur apakah nilai order naik secara sehat?
Nilai order naik secara sehat bila kenaikan itu berasal dari pelanggan yang merasa terbantu, bukan dari pelanggan yang merasa tertekan. Tanda pertama adalah pelanggan menerima penawaran tambahan dengan sadar dan memahami total belanja barunya.
Tanda kedua adalah tidak ada keluhan yang muncul karena penawaran, seperti pelanggan yang membatalkan pesanan setelah merasa dipaksa. Tanda ketiga adalah produk tambahan benar-benar dipakai dan tidak langsung dikembalikan atau dikeluhkan.
Pemilik toko bisa memantau tanda-tanda ini dari percakapan dan tindak lanjut, bukan hanya dari angka total belanja. Angka total yang naik tetapi disertai banyak pembatalan adalah sinyal bahwa penawaran perlu diperbaiki, bukan dirayakan.
- Catat produk utama dan produk tambahan yang ditawarkan pada setiap percakapan.
- Periksa apakah pelanggan menerima dengan sadar dan memahami total baru.
- Pantau pembatalan dan keluhan yang terkait penawaran tambahan.
- Perbaiki pasangan produk atau kalimat penawaran bila banyak penolakan keras.
- Pertahankan penawaran yang diterima dengan tenang dan jarang menimbulkan keluhan.
Cara mengukur seperti ini membuat upsell menjadi bagian dari pelayanan, bukan sekadar target menambah belanja. Toko yang mengukur dengan cara ini akan lebih cepat menemukan pasangan produk yang benar-benar membantu, dan lebih cepat menghentikan penawaran yang terasa memaksa.
Hasilnya, nilai order naik secara perlahan tetapi stabil, karena pelanggan yang merasa terbantu cenderung kembali dan lebih mudah menerima penawaran berikutnya di kemudian hari.
Bagaimana memulai upsell tanpa merusak kepercayaan?
Mulailah dari satu pasangan produk yang paling jelas hubungannya, bukan dari banyak penawaran sekaligus. Siapkan kalimat penawaran yang diawali kebutuhan pelanggan, beri alasan yang singkat, dan beri pilihan yang jelas.
Latih bot dan staf untuk menggali kebutuhan terlebih dahulu, menunda penawaran sampai pelanggan yakin dengan produk utama, dan menerima penolakan tanpa bujukan lanjutan. Setelah satu pasangan produk berjalan dengan baik, toko bisa menambah pasangan berikutnya dengan pola yang sama.
Pendekatan bertahap ini membuat staf tidak bingung, pelanggan tidak merasa dibombardir, dan pemilik toko bisa menilai penawaran mana yang benar-benar membantu.
Pada akhirnya, cara upsell WhatsApp yang baik bukan tentang seberapa banyak produk tambahan yang berhasil ditawarkan, melainkan tentang seberapa tepat produk tambahan itu menjawab kebutuhan pelanggan.
Toko yang menawarkan dengan tepat akan terasa seperti penjual yang peduli, sedangkan toko yang menawarkan tanpa peduli kebutuhan akan terasa seperti penjual yang hanya mengejar tambah order.
Kepercayaan yang terjaga membuat pelanggan kembali, dan pelanggan yang kembali memberi toko kesempatan untuk menawarkan lagi di waktu yang lebih tepat.
Untuk mulai memakai asisten yang membantu menggali kebutuhan dan menindaklanjuti percakapan seperti ini, kunjungi halaman checkout WA Closer atau kembali ke halaman utama WA Closer.
Bagaimana membaca sinyal kesiapan pelanggan sebelum menawarkan tambahan?
Sinyal kesiapan paling jelas adalah ketika pelanggan sudah memilih produk utama dan menanyakan hal-hal praktis, misalnya cara pakai, jadwal kirim, atau cara bayar, karena pada titik itu keputusannya sudah hampir bulat.
Sinyal lain adalah ketika pelanggan sendiri bercerita tentang masalah yang belum terselesaikan oleh produk utama, karena cerita itu membuka ruang bagi produk pelengkap untuk ditawarkan sebagai jawaban, bukan sebagai tambahan yang dipaksakan.
Sebaliknya, pelanggan yang masih bertanya soal harga dasar atau masih membandingkan produk utama sebaiknya tidak langsung ditawari tambahan, karena tawaran di saat ragu hanya menambah beban keputusan dan bisa membatalkan pembelian utama.
Bot maupun admin perlu mencatat sinyal itu dari isi chat, bukan dari asumsi, karena tawaran yang tepat waktu terasa membantu sedangkan tawaran yang datang terlalu dini terasa seperti penjual yang hanya mengejar nilai pesanan.
Ilustrasi: tawaran pelengkap sesudah pelanggan memilih produk utama
Ilustrasi: seorang pelanggan memilih paket perawatan wajah dasar, lalu bertanya apakah ada produk yang membantunya merawat hasil perawatan itu di rumah setiap hari.
Ilustrasi: penjual menjawab pertanyaan itu dulu, menjelaskan cara pakai produk utama, lalu menawarkan satu produk pelengkap yang memang dipakai bersama produk utama, dengan alasan yang berkaitan langsung dengan pertanyaan pelanggan.
Ilustrasi: pelanggan itu diberi waktu untuk berpikir dan diberi pilihan yang jelas, yaitu mengambil pelengkap itu sekarang atau membelinya nanti, tanpa kalimat yang membuatnya merasa bersalah bila menolak tawaran tersebut.
Apa saja kesalahan upsell yang membuat pelanggan membatalkan pesanan?
Kesalahan pertama adalah menawarkan terlalu banyak tambahan sekaligus, sehingga pelanggan yang tadinya sudah yakin justru merasa kewalahan, menunda keputusan, dan akhirnya tidak jadi membeli apa pun dari toko.
Kesalahan kedua adalah menawarkan produk pelengkap yang tidak ada hubungannya dengan kebutuhan pelanggan, karena tawaran yang tidak relevan memberi kesan bahwa penjual tidak mendengarkan dan hanya membaca daftar produk yang harus dihabiskan.
Kesalahan ketiga adalah menyampaikan tawaran tambahan sebelum harga produk utama disepakati, karena pelanggan merasa total belanjanya terus bergerak dan sulit mengetahui berapa sebenarnya yang harus ia bayar.
Kesalahan keempat adalah memakai kalimat yang menekan, misalnya menyiratkan bahwa pelanggan akan rugi besar bila menolak, karena tekanan seperti itu merusak kepercayaan yang sudah dibangun selama percakapan sebelumnya.
Menjaga upsell tetap relevan dan tidak menekan adalah bagian dari upaya menaikkan closing rate WhatsApp secara sehat, karena pesanan yang selesai dengan rasa nyaman lebih mudah berlanjut daripada pesanan yang dipaksa naik nilainya.
Bagaimana menindaklanjuti pelanggan yang menolak tawaran tambahan?
Penolakan atas tawaran tambahan sebaiknya diterima dengan tenang dan singkat, karena pelanggan yang merasa dihargai saat menolak justru lebih terbuka pada tawaran berikutnya daripada pelanggan yang merasa dipojokkan.
Sesudah penolakan, fokus percakapan harus kembali ke produk utama, yaitu memastikan pesanan itu selesai dengan baik, karena produk utama yang memuaskan adalah fondasi terbaik bagi tawaran berikutnya di lain waktu.
Catat alasan penolakan bila pelanggan menyampaikannya, misalnya belum butuh sekarang atau anggaran sudah habis, karena alasan itu menentukan kapan dan dengan produk apa tawaran berikutnya layak disampaikan kembali.
Pelanggan yang menolak hari ini bukan pelanggan yang tertutup selamanya, dan mereka yang dirawat dengan baik sering kali menjadi pelanggan yang membeli lagi pada kesempatan berikutnya, dengan atau tanpa produk tambahan.
Bagaimana menawarkan tambahan pada pembelian berulang?
Pada pembelian berulang, penjual sudah punya gambaran tentang apa yang biasanya dibeli pelanggan, sehingga tawaran tambahan bisa disesuaikan dengan pola itu, bukan diulang dengan isi yang sama setiap kali pelanggan datang.
Tawaran yang baik pada pembelian berulang sering kali bukan produk baru, melainkan pelengkap yang membuat pemakaian produk yang sudah dibeli menjadi lebih nyaman, lebih awet, atau lebih mudah dirawat oleh pelanggan.
Bila pelanggan sudah beberapa kali menolak tawaran yang sama, tawaran itu sebaiknya dihentikan dan diganti dengan pertanyaan tentang apa yang sedang ia butuhkan, karena tawaran yang diulang tanpa perubahan hanya akan membuat pelanggan enggan membalas chat berikutnya.
Bagaimana mencatat tawaran tambahan agar tidak diulang tanpa perubahan?
Setiap tawaran tambahan sebaiknya dicatat bersama tanggapan pelanggan, karena catatan itu mencegah penjual menawarkan produk yang sama dengan kalimat yang sama kepada pelanggan yang sudah menolaknya sebelumnya.
Catatan yang berguna tidak perlu panjang, cukup berisi produk yang ditawarkan, alasan tawaran itu disampaikan, dan tanggapan pelanggan, agar penjual berikutnya bisa melanjutkan percakapan tanpa mengulang dari awal.
Dengan catatan yang rapi, tawaran berikutnya bisa disesuaikan, misalnya menunggu sampai kebutuhan pelanggan berubah atau menawarkan pelengkap yang berbeda, sehingga pelanggan merasa didengarkan, bukan sekadar dikejar dengan daftar produk yang sama.
Tanya Jawab
Apa itu cara upsell WhatsApp?
Cara upsell WhatsApp adalah cara menawarkan produk tambahan yang relevan kepada pelanggan lewat chat, setelah kebutuhan utama pelanggan sudah dipahami.
Kapan waktu yang tepat untuk upsell?
Waktu yang tepat adalah setelah pelanggan yakin dengan produk utama dan sebelum pembayaran diselesaikan, bukan pada sapaan pertama.
Bagaimana memilih produk pelengkap?
Produk pelengkap yang baik adalah produk yang dipakai bersama produk utama, membantu pemakaian, atau melengkapi kebutuhan yang sudah disampaikan pelanggan.
Apakah upsell selalu membuat pelanggan merasa dipaksa?
Tidak, upsell yang baik justru berhenti ketika pelanggan menolak, dan percakapan kembali fokus pada produk utama yang sudah dipilih pelanggan.
Bagaimana menilai upsell yang sehat?
Nilai order naik secara sehat bila pelanggan merasa terbantu, tidak ada keluhan karena penawaran, dan produk tambahan benar-benar dipakai pelanggan.
Artikel terkait
Coba WA Closer untuk tokomu.
Chat bot demonya gratis — yang membalas adalah produknya sendiri.